• 19

    Feb

    Thariqat Alawiyyah dan Istiqomah (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    Assalamualaikum Wr.Wb. HABIIBANA Maulana Al Habib, bagaimana seharusnya saya. Meskipun sudah pernah berbai’at Thoriqoh namun nafsu dalam jiwa saya sangat sulit dikendalikan sehingga untuk berdzikir beberapa menit saja rasanya sangat berat sekali, apakah ada sesuatu dalam diri saya yang menyebabkan sulit istiqomah dalam setiap amalan yang saya jalani ? Saya pernah bai’at Thoriqoh Alawiyah dibawah mursyid KH. Ali Fahmi Syarif Klangenan Cirebon. Apakah Thoriqoh dibawah bimbingan Kyai tersebut menurut Maulana Al Habib termasuk Mu’tabaroh ? demikian curahan hati saya semoga Maulana Al Habib berkenan memberikan penjelasan. Abdul Iman-aby.nayla@yahoo.comAlamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya Al Habib
  • 19

    Feb

    Minta Nama Untuk Anak (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    Assalamu’alaikm… Pak ya’i, sebelumnya saya minta maaf barangkali kolom ini salah untuk saya bertanya, tapi kiranya mohon dimaafkan atas kesalahan saya, pertama saya ingin sekali bersilaturahim dengan pak ya’i & mohon dikasihkan nama yang bagus untuk anak saya. Terimakasih. (profil saya: Nurkhasin almt kesesi-pekalongan, sekarang masih menetap di Depok-Jakarta) Hilman Reload - hilmanreload Al Habib M. Luthfi bin Yahya Menjawab : Saya sangat mengidolakan sekali kepada baginda Nabi Saw. Setiap anak saya yang laki-laki pasti ada Muhammadnya, nanti sambungannya terserah, mau diberi Muhammad Asadullah, Muhammad Habibullah, Muhammad kholilurrahman atau Ahmad Izudin dan lain sebagainya. Kalau prempuan, putri yang paling dicintai oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Ada
  • 19

    Feb

    Adab Menuliskan Nama Nabi SAW (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    Asslamualaikum Wr. Wb. Habib Luthfi yang saya muliakan, saya sering membaca tulisan, baik di koran, di majalah, maupun di buku, tentang Nabi Muhammad Saw, yang namanya ditulis tidak lengkap, kadang malah disebut Muhammad saja. Begitu juga dengan penyebutan sahabat nabi Saw, seperti Sayyidina Abu Bakar Ra, Sayyidina Umar Ra, Sayyidina Ustman Ra, dan Sayyidina Ali Ra. Mereka hanya menuliskan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Saya merasa tulisan itu kurang menghormati dan termasuk su??ul adan (adab yang buruk). Waalaikumsalam Wr.Wb. Abdul Haq Bogor Waalaikumsalam Wr.Wb Memang begitulah seharusnya menuliskan nama Rasul atau Nabi dengan gelarnya. Begitu juga dengan para sahabat nabi Muhammad Saw, yang telah mendapatkan ridha Allah Swt, sehingga mendapatkan sebutan ??Radiyyallahu ??anhum/
  • 19

    Feb

    Mengatasi Keraguan dalam Ibadah (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    Assalamualaikum Wr. Wb. Habib Luthfi yang saya takdzimi, saya seorang santri disalah satu Pondok Pesantren Banyuwangi. AKhir-akhir ini saya mengalami gangguan kejiwaan. Dalam hati saya, sering muncul keragu-raguan atas ibdah yang saya kerjakan. Bagaimana cara mengatasinya? Wasalamualaikum Wr.Wb. Muhammad Ilham Zamzami Banyuwangi Waalaikum salam Wr.Wb. Terimakasih atas pertanyaan anda. Sebetulnya, kalau kita mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan perasaan yang masih kurang sempurna, itu baik. Sebab, perasaan ini akan mendorong kita untuk meningkatkan kulaitas ibdah kita dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memperbaiaki amal ibadah kita, sekalipun orang lain menilai amal ibadah kita sudah sangat bagus. Jadi, ada baiknya perasaan tersebut dipelihara. Tapi, ingat,
  • 19

    Feb

    Mau Sholat Jum'at Di Mana? (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    Assalamu’alaikum….. Nuwun Sewu….Saya masih sekolah di SMK N 2 Pekalongan….Saya mau tanya…permasalahan tentang sholat jumat…Di sekolah saya ada musholla….Mushola tersebut di gunakan untuk jumatan setiap hari jumat…jamaahnya dari siswa dan para guru disekolah itu… Saya bingung…..Musholla kok digunakan untuk jumatan..Dan jamaahnya pun bukan mukim…,Saya pernah mempelajari dalam kitab Fathul Qorib kan untuk jamaah Jumat itu harus Mukim…. Terus saya juga bingung jumlah jamaah di sekolah itu ada 40 orang atau tidak…kalau nggak salah kan syarat sah jumat bagi pengikut Imam Syafi’i kan harus ada 40 orang….Kebingungan tersebut masih ada di hatiku…sehingga saya kalau mau jumatan ke Masjid Muhajirin̷
  • 19

    Feb

    Membersihkan Hati (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    Asalamualaikum Wr.Wb Habib Luthfi yang saya hormati dan saya cintai, bagaimana cara membersihkan hati dari berbagai macam bentuk penyakit hati? Saya sangat menginginkan hati ini istiqamah dalam menjalankan ibadah. Terlalu banyak penyakit dihati saya. Menurut Habib, amaliyah apa yang paling cocok buat saya, dan bagaimana cara saya berbai’at kepada Habib Luthfi? Saya ingin, bahkan sangat ingin berbaiat kepada Habib Luthfi. Waalaikum Salam Wr. Wb. Sayyid Mirza bin Irwan Baraqbah Martapura, Kalimantan selatan Waalaikumsalam Wr. Wb. Saya sangat kagum dan bangga sekali atas pertanyaan anda. Semoga Allah Swt. memberikan keberkahan kepada anda sekeluarga. Siapapun yang ma’rifatnya hidup, hatinya hidup, akan resah dengan apa yang ada dalam hatinya. kalau-kalau ada penyakit bathi
  • 19

    Feb

    Zikir dan Kegaiban (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)

    as Salamualaikum Wr.Wb Habib, saya ingin bertanya pada suatu ketika. saya melakukan amalan-amalan zikir. Tapi pada saat bersamaan itsri saya mengalami hal-hal yang aneh.Pertama, waktu saya tidak salat subuh, karena ketiduran. tapi uniknya istri saya justru melihat saya dikamar sedang salat dan zikir. kedua, selang beberapa hari kemudian saya sedang mandi untuk persiapan salat subuh, dan istri saya melihat kembaran saya berdiri didalam kamar. Sampai akhirnya istri saya menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan wajah ketakutan. Apakah hal-hal aneh yang istri saya lihat ada hubungannya dengan amalan atau zikir yang saya baca? Mohon maaf Habib, saya tidak menuiliskan apa yang saya amalkan karena bacaan amalannya sangat panjang. Wasalam.Wr.Wb. Zaenudin A.M. Brebes Waalaikum Salam Wr.Wb. A
  • 19

    Feb

    Jika orang kasyf ketemu orang kasyf.

    Kiyai Subhi, kiyai asal Taman-Pemalang, Kiayi nyentrik ini sering berkunjung ke kediaman Habib Hasyim-Pekalongan. Orang yang melihat pasti nggak nyangka kalau dia ulama besar, sebab datangnya pake caping; sorbanan terus di capingi. Datangnya sama wali minal auliaillah, wali besar pula, Mbah Shaleh Bagusan. Dulu sebelum dikenal Mbah Shaleh Bagusan, panggilannya Madyai. Suatu ketika Kiyai Subhi datang ke Habib Hasyim-Pekolngan. Kebetulan Habib Hasyim masih ngajar. Di ruang tamu Kiyai Subhi ditemani Muhammad Baksyer, dan disuguhi minuman. Baru saja di persilahkan, tiba-tiba tangannya lumpuh. Habib Hasyim selesai ngajar kaget: loh kok minumannya masih utuh. Ini orang kasyf (tahu hakikat sesuatu) ketemu orang kasyf . Jadi paham; tidak mau minum, pasti karena ada yang tidak beres. Ahirnya Mu
  • 19

    Feb

    Tahapan Mengenal Allah Swt (Habib Lutfi bin Yahya)

    Berikut ini pandangan Al Habib Luthfi tentang tahapan mengenal Allah Swt. Hasil wawancara Crew habiblutfiyahya,net dengan beliau. Hly.net: Bagaimana cara belajar mengenal Allah? Al Habib: Kita mengenali tentang apa yang diciptakan oleh Allah terlebih dahulu. Dari mengenali ciptaanNya itulah, lantas kita mengenali siapa yang menciptakannya. Nah, disitulah kita akan melihat kebesaran-kebesaran Allah SWT yang ditunjukkan kepada kita semua. Setelah kita sudah mengenalnya, lalu kita tingkatkan lagi. Sadarkah kita sebagai hamba, mengertikah kita sebagai hamba, tentang apa kewajiban kita sebagai seorang hamba? Lantas bagaimana seharusnya perilaku seorang hamba yang telah mengenal kepada Tuhannya? Setelah itu kita tingkatkan lagi ke atas. Kita ini sejatinya diundang oleh waktu. Maka kita harus
  • 19

    Feb

    Pengamalan Tasawuf Ala Al Habib Luthfi

    Berikut ini petikan wawancara crew Habibluthfiyahya.net dengan Al Habib Luthfi bin Yahya. Dalam wawancara kali ini Al Habib menjelaskan bagaimana tasuf dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apa pandangan-pandangan Al-Habib tentang tasawuf? Tasawuf adalah pembersih hati. Dan tasawuf itu ada tingkatan-tingkatannya. Yang terpenting, bagaimana kita bisa mengatur diri kita sendiri. Semisal memakai baju dengan tangan kanan dahulu, lalu melepaskannya dengan tangan kiri. Bagaimana kita masuk masjid dengan kaki kanan dahulu. Dan bagaimana membiasakan masuk kamar mandi dengan kaki kiri dulu dan keluar dengan kaki kanan. Artinya bagaimana kita mengikuti sunah-sunah Nabi. Itu sudah merupakan bagian dari tasawuf. Bukankah hal semacam itu sudah diajarkan orang tua kita sejak kecil? Par

Author

Follow Me